Mempercepat Pertumbuhan lele

..


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan lele adalah optimasi pertumbuhannya saat budidaya. Ikan lele terbukti memberikan respon positif terhadap bunyi dengan frekuensi tertentu.

Dari hal tersebut, mahasiswa FMIPA UNY yang berjumlah 5 orang, terdiri dari Anggun Andreyani, Dixy Dhyanti Prillyaning Saraswati, Rini Kusuma Astuti (Prodi Biologi), Azhar Nasih Ulwan Prodi Pendidikan Kimia Internasional), dan Putri Dwi Rizki (Prodi Pendidikan Fisika) melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh frekuensi bunyi terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias batrachus).

Selain mengidentifikasi pengaruh frekuensi bunyi, tim peneliti tersebut juga mencari frekuensi bunyi yang paling optimal dalam mempercepat pertumbuhan ikan lele.

Anggun selaku ketua tim menjelaskan, penelitian dilakukan dengan menggunakan lele yang berusia 2 bulan atau memiliki panjang dengan kisaran 7-10 cm. Lele tersebut selanjutnya diaklimatisasi selama 3 hari dan dibagi ke dalam 4 kelompok.

"Setiap kelompok atau kolam diberi frekuensi, yaitu 5 KHz, 7,5 KHz, dan 10 KHz, dan Pada bak terpal keempat ini tidak diberi frekuensi bunyi karena diberlakukan sebagai variabel kontrol," katanya, Kamis 7 Agustus 2014.
Uji Respons
Pada data pertumbuhan panjang, lanjut Anggun, terdapat dua buah perlakuan yang memberikan repon positif, yaitu frekuensi 7,5KHz dan frekuensi 10KHz sedangakan kontrol dan frekuensi 5KHz justru menunjukan respon negatif. Respon positif terlihat dengan data rata-rata panjang ikan yang mengalami peningkatan dari data rata-rata panjang awalnya.

Pada frekuensi 7,5KHz terjadi peningkatan sebanyak 0,04 cm sedangkan pada frekuensi 10KHz terjadi peningkatan sebanyak 0,02 cm, sedangkan pada data pertumbuhan bobot ikan, hanya satu perlakuan yang menunjukan respon negatif dan lagi-lagi pada perlakuan 7,5 KHz.
Di sini terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 0,308 cm. Dari kedua jenis data yang dihimpun dapat terlihat bahwa frekuensi 7,5 KHz adalah frekuensi yang keduanya menunjukkan respon yang positif dan peningkatan yang signifikan.

“Peningkatan panjang disebabkan karena adanya aktivitas ikan akibat merespon bunyi dengan frekuensi yang tinggi. Aktivitas ini tidak hanya terekspresi dalam bentuk gerakan yang cepat namun juga aktivitas makan yang meningkat," jelasnya.

Secara kasat mata, ikan tampak berenang agresif. Fenomena ini sesuai dengan referensi yang menyatakan bahwa ketertarikan ikan dikarenakan suara yang didengar, berupa suara keterpikatan objek karena menganggap suara itu berasal dari mangsanya.

7,5 KHz diduga frekuensi yang paling sensitif direspon oleh system pendengaran ikan lele dumbo Clarias batrachus. (ren) sumber vivanews

Unknown

Author & Editor

Artikel Budidaya lele yang kami share adalah bentuk pengalaman pribadi Admin dalam hal budidaya , dan sebagaian berasal dari forum budidaya lele indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dapatkan Produk Aplesi:

  • Copyright © Aplesi™ is a registered trademark.
    Blogger Templates Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.