, , ,

TIPS SUKSES PEMIJAHAN ALA MASAMO:

induk lele lele masamo pembibitan lele pemijahan lele


PEMILIHAN INDUK:
  • Jantan:
    • pilih yg matang umur (minim 1 th, berat awal 1kg) dan matang gonad (sudah beristirahat minim 1,5 bulan dr pemijahan sebelumnya)
    • tidak cacat (wajib).
    • kelamin besar memanjang (melebihi sirip anal) dan berwarna merah keunguan.
    • agresif (sirip punggung berdiri bila kita sentuh menandakan birahi yg tinggi)
  • Betina:
    • matang umur (sama dg jantan)
    • pilih yang matang telur (lakukan uji kanulasi dg kateter FR 12mm). Karena matang gonad belum tentu matang telur, sedangkan matang telur sdh pasti matang gonad. Dan hal ini tidak selalu ditandai dengan ciri perut yg besar (untuk ikan jenis perut yang panjang).
telur ada 3 warna yaitu:
v hijau (masih terlalu mentah)
v kuning (matang tapi belum maksimal)
v coklat (titik puncak kematangan telur dan gonad)
  • jangan melakukan pengurutan perut induk karena bisa menyebabkan stress bila tidak berpengalaman melakukannya
  • tidak cacat (tidak wajib) dan kelamin berwarna keunguan.
  • matang gonad biasanya diperoleh maksimal ketika induk sudah istirahat selama 3 bulan (dari pemijahan sebelumnya).
NOTE:
v pakan minim protein 40% (PF 128 dari matahari sakti) (dosis 1-2% dari berat tubuh dengan frekuensi 1x sehari)
v pakan tambahan ikan segar yang tidak mengandung garam 1 bulan sebelum pemiijahan. (dosis 5-6% dari berat tubuh tiap 3 hari sekali). Bila kasih makan pakan tambahan sudah tidak perlu kasih pakan pellet dihari yang sama.
v istirahat induk menggunakan sistem batere dengan kepadatan 5-6 ekor/m2. (untuk berat induk 1,5-2 kg/ekor).
v kedepan akan saya berikan tips mengenai teknik perawatan larva (D1 s/d D10) (sistem air diam atau mengalir), mengapa larva mati ngampas (umur 2-3hr pasca netas), mengapa larva mati ketika pindah kolam, mengapa larva mati ketika perubahan pakan (dari tubifex-pelet) setelah itu baru teknik pendederan benihnya, teknik grading, dsbnya
.
perlu saya tekankan bahwa memijahkan itu tdk mudah, perlu ketelatenan, keuletan dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai target produksi yang maksimal (kalo hanya untuk hobby asal netas dan produksi seadanya ya ga perlu ribet menyimak tulisan saya ini). Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin..

KOLAM DAN PERSIAPANNYA:
  • kolam pemijahan yang optimal adalah kolam dari beton/ semen dengan luasan (2m - 2,5m x 4m - 7m x 0,8m - 1m). bentuk persegi panjang dengan bentuk sudut tumpul disetiap sudutnya (menghindari cepat retaknya pada bagian sudut)
mengapa harus ukuran tersebut?
  • Karena ketika air mengalir dari inlet maka kotoran (feces dari tubifex, pakan pellet dan benih) akan tergiring teratur ke arah outlet tanpa kembali lagi ke arah inlet (sehingga tidak menyebabkan benih menjadi mabuk/ keracunan).
  • kalau kolam terlalu lebar atau terlalu pendek, kotoran dari outlet akan kembali ke arah inlet (disebabkan gerakan memusar air dari inlet ke outlet)
  • kolam dengan panjang dan luas tersebut bisa menampung kapasitas benih antara 100-150rb sampe dengan D-20.
  • Selain itu juga bisa sebagai tempat pendederan dan kalo bosen gagal di pemijahan bisa juga untuk kolam pembesaran. hahaha..
  • Dasar dan dinding semen harus sangat halus sekali (wajib). Kenapa?
  • Karena kalo kasar ketika kita melakukan pemindahan larva, maka larva akan luka dan memicu stres dan penyakit. Selain itu dasar yang kasar menyebabkan pembersihan lumut menjadi sulit.
  • dasar kolam yang bebas lumut merupakan kunci utama dalam pemijahan, usahakan agar lebih banyak campuran semen dari pada pasirnya (tanpa campuran kapur). Misal: 1 : 2-3 (1 semen dan 2-3 pasir).
  • Mengapa demikian? karena kita akan sangat sering sekali melakukan penyikatan pada dasar kolam pemijahan. Pada saat menghaluskan bisa menggunakan kertas semen sebagai alatnya. (sering sekali saya temui di teman-teman, gagal merawat larva karena kurang bisa menjaga kebersihan dasar kolam). INTINYA KOLAM TIDAK BOLEH ADA LUMUT.


  1. Kita usahakan minim kita punya inlet yang bisa keluarkan air sebesar 1" (dim) (keliatannya ini saya wajibkan deh pak). Karena ketika benih sangat banyak sekali, maka kebutuhan oksigen juga akan sangat besar, terutama pada malam hari saat D-5 atau D-7 yang bersamaan dengan larva makan tubifex dengan banter-banternya. (ini juga menjadi jawaban mengapa larva mati pada D-5 padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Larva yang mati ngampas berkumpul di 1 titik pada pagi hari menandakan larva mengalami drop oksigen dimalam hari)
  2. Sedangkan untuk pipa outlet optimalnya 2,5-3" (modifikasi dengan pipa PVC yang mempunyai lubang-lubang kecil dan dilapisi waring halus (waring kondom) untuk mempermudah keluarnya air tanpa khawatir larva ikut tersedot kluar).
  3. keringkan kolam 1-3 hari sebelum pemijahan dan isilah air (40-50cm) di malam hari (untuk persiapan pemijahan esok hari).
  4. Taruh kakaban ukuran 1,5m x 2m (saya gunakan waring hitam, karena penggunaan kakaban dengan ijuk kurang efektif dan terlalu sulit ketika kita melakukan pembersihan telur yg bonor/ tidak menetas) dan tindih 4 sudut dengan genting (jangan bata) karena genting permukaannya halus dan bisa sebagai tempat sembunyi larva.



Unknown

Author & Editor

Artikel Budidaya lele yang kami share adalah bentuk pengalaman pribadi Admin dalam hal budidaya , dan sebagaian berasal dari forum budidaya lele indonesia

2 komentar:

Posting Komentar

 

Dapatkan Produk Aplesi:

  • Copyright © Aplesi™ is a registered trademark.
    Blogger Templates Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.